• <p><img src="http://i1146.photobucket.com/albums/o535/disbudparkablahat01/Y2_zpswclx0vkz.jpg" alt="" width="404" height="404" /></p>


MENGENAL GEREJA TERTUA DI SUMATERA SELATAN

Kategori: Wisata Religi Telah Dibaca : 688 kali
Diposting oleh : Administrator Pada : Selasa, 26 Juli 2016 - 14:32:00 WIB

          Masih di tanjung Sakti Kecamatan PUMI Kabupaten Lahat, kita dapat menjumpai objek wisata religius sambil mempelajari nilai sejarah yang ada. Gereja Santo Mikhael di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, merupakan bangunan tertua dan memiliki nilai sejarah di provinsi itu.

          Desa Tanjung Sakti mempunyai nilai sejarah yang sangat besar bagi Gereja di Sumatera bagian Selatan (SumBagSel: meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung). Di desa inilah karya misi Gereja di SumBagSel dimulai. Tahun 1887, seorang misionaris Jesuit, yaitu Pastor J van Meurs SJ memulai karyanya di Tanjung Sakti. Dan pada 15 September 1889 untuk pertama kalinya ia membaptis orang Pasemah pertama yang menjadi Katolik yakni Johannes Gebak dan keluarganya. Sejak saat itu Gereja di Tanjung Sakti terus berkembang.

          Gereja Santo Mikhael pertama kali dibangun oleh Pastor Jan Van Kamper SCJ untuk penyebaran agama Kristen di Sumsel. Gedung untuk ibadat ini dibangun pada 19 September 1898, sebelum Indonesia merdeka. Gereja ini pada zaman penjajahan Jepang pernah terhenti aktivitasnya karena digunakan menjadi gudang, tetapi setelah itu kembali difungsikan.

          Tempat ziarah kedua yang bisa dikunjungi adalah Gereja Tua Pagarjati. Ya, Gereja Tua Pagarjati, begitulah masyarakat menamainya. Gereja ini berada sekitar 10 km dari Gereja St Mikael. Gereja berukuran 7,5×6 meter ini dibangun pada tahun 1932. Namun sejak tahun 1942 gereja ini sudah tidak dipakai lagi. Karena mempunyai nilai sejarah yang penting, pada tahun 2009 gereja tersebut direnovasi dengan bentuk dan tempat yang sama. Di sampingnya dibangun juga sebuah gua Maria yang bisa dipakai untuk berdoa.

          Dan yang terakhir, kita dapat mengunjungi sebuah gereja kecil dan unik yang terletak di desa Pulau Panas sekitar 15 km dari Gereja St Mikael. Gereja kecil ini mempunyai bentuk yang unik dan khas yakni persegi duabelas. Gereja ini dibangun oleh Pastor van Kampen SCJ. Menurut cerita umat di sana, bentuk persegi duabelas ini mengikuti bentuk gereja paroki asal Pastor van Kampen (Belanda).

BY : A D M I N


Berita Terkait :

>WISATA AIR PANAS TANJUNG SAKTI

>DISBUDPAR KABUPATEN LAHAT MERIAHKAN PERLOMBAAN FESTIVAL XXV TAHUN 2016

>WISATA AIR TERJUN CURUG MAUNG

>MEGALIT BATU LUBANG EMPAT

>WISATA CURUG BULUH AIR TERJUN 7 TINGKAT